Situs contoh: Lajur Konsultan adalah bisnis fiktif untuk memperlihatkan kemampuan website. Harga, nama, dan data di sini tidak nyata. Tentang situs ini

SPT Tahunan orang pribadi umumnya dilaporkan paling lambat 31 Maret untuk tahun pajak sebelumnya. Banyak orang menunda karena dokumennya tersebar. Daftar berikut membantu Anda mengumpulkan semuanya lebih awal. Daftar ini berlaku umum; kondisi Anda mungkin memerlukan dokumen tambahan.

Identitas dan akses

  • NPWP atau NIK yang terdaftar sebagai NPWP
  • Akses ke akun sistem administrasi perpajakan (Coretax) dan kode otorisasi atau sertifikat elektronik
  • SPT Tahunan tahun lalu, sebagai pembanding

Penghasilan

  • Bukti potong PPh 21 tahunan dari pemberi kerja (sering disebut formulir 1721-A1)
  • Bukti potong dari pihak lain bila Anda menerima honor, jasa, atau komisi
  • Catatan penghasilan dari usaha, termasuk rekap omzet bulanan dan bukti setor PPh final bila ada
  • Penghasilan lain, misalnya sewa atau bunga, beserta bukti potongnya
  • Bukti penghasilan yang dikenai pajak final atau yang bukan objek pajak, bila perlu dilaporkan

Harta dan utang

  • Daftar harta per 31 Desember: kas dan rekening, tanah dan bangunan, kendaraan, investasi, dan lainnya, beserta tahun perolehan dan nilai perolehan
  • Daftar utang per 31 Desember: sisa pokok kredit rumah, kendaraan, dan pinjaman lain

Tanggungan dan status

  • Data anggota keluarga yang menjadi tanggungan
  • Status perkawinan dan pembagian penghasilan istri dan suami bila relevan

Hal yang sering terlewat

  • Bukti potong bunga atau dividen dari lembaga keuangan
  • Aset yang dimiliki tetapi tidak lagi tercatat di rumah, misalnya rekening lama
  • Perubahan pemberi kerja di tengah tahun, yang menghasilkan dua bukti potong

Setelah dokumen terkumpul

Periksa bahwa nilai pada bukti potong cocok dengan slip gaji Desember, lalu isi SPT atau serahkan kepada kami. Penyusunan oleh kami dijelaskan pada layanan SPT Tahunan Orang Pribadi. Artikel ini informasi umum, bukan nasihat pajak untuk kondisi tertentu.